Tugas II Sintaksis
By : MUHAMMAD ILMANTUGAS INDIVIDU II
SINTAKSIS
BAHASA INDONESIA
MUH. ILMAN AMIRUDDIN
F111 10 266
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012
PERBEDAAN FRASE DENGAN KATA MAJEMUK, FRASE DENGAN KLAUSA, SERTA KLAUSA DENGAN KALIMAT
A. Perbedaan Frase dengan Kata majemuk.
Pada dasarnya, frase dengan kata majemuk memiliki persamaan. Persamaan tersebut terletak pada pengertiannya maupun pengaplikasiaannya. Frase dan kata majemuk merupakan satuan dari sintaksis yang terdiri dari dua kalimat atau lebih yang tidak melewati batas sebagai kalimat. Namun, ada hal yang membedakan antara frase dan kata majemuk. Perbedaan tersebut terletak pada ciri yang dimiliki oleh kata majemuk. Terdapat 3 ciri kata majemuk yang membedakan dengan frase, yaitu :
1. Dalam kata majmuk terdapat “ketidak tersisipan”. Contohnya kata rumah sakit, pada kata rumah sakit tersebut tidak dapat disisipi kata lagi, dikarenakan apabila mendapatkan sisipan, maka menyalahi arti dan kaidah yang berlaku.
2. Dalam kata majmuk terdapat “ketidak terluasan”. Contohnya kata rumah sakit, pada kata rumah sakit tersebut tidak dapat ditambahkan imbuhan yang menyebabkan terjadinya perluasan. Karena apabila ditambahkan maka bentuk kata yang tercipta adalah kata yang salah.
3. Dalam kata majmuk terdapat “ketidak terbalikkan”. Contohnya kata meja hijauh, pada kata meja hijauh trsebut memiliki arti pengadilan. Dan tidak dapat dibalikkan, karena apabila dibaalikkan, maka meja hijau yang artinya pengadilan tersbut tidak dapat diartikan lagi sebagia penadilan.
B. Perbedaan Frase dan Klausa.
C.
KESEHATAN ITU PENTING
By : MUHAMMAD ILMANPada bagian ini saya akan menulis beberapa artikel mengenai kesehatan. Karena menurut saya, kesehatan itu adalah sesuatu yang sangat penting bagi manusia. Namun terkadang orang-orang tidak sadar bahwa dia melakukan suatu kegiatan yang dapat mempengaruhi kesehatannya. Menurut badan organisasi PBB yaitu WHO (World Healt Organization), menyatakan bahwa hanya 5 % manusia di dunia ini yang benar-benar sehat, 20 % manusia benar-benar sakit dan 75 % orang yang sehat bermasalah.
5 % manusia tersebut adalah orang-orang yang pola makan teratur dan olahraga yang teratur. 20 % adalah orang-orang yang benar-benar sakit yaitu orang-orang yang terbaring di rumah sakit. 75 % adalah orang-orang yang mengalami kesehatan bermasalah yaitu orang-orang yang bila dilihat sehat-sehat saja, namun memiliki banyak penyakit.
Sehat bermasalah tersebut disebabkan oleh toksin (racun) yang masuk ke dalam tubuh dan tanpa disadari. Racun (toksin) yang masuk dalam tubuh melalui dua cara, yaitu :
1. Dari dalam tubuh yaitu berasal dari sel yang mati, sampah metabolism (asam urat, kolesterol , dll )
2. Dari luar tubuh yaitu yang masuk lewat pencernaan, pernafasan atau kulit. Berasal dari : makanan, minuman, udara, air, parasit, lingkungan, stress, radiasi handphone.
Setiap harinya, racun (toksin) tersebut masuk ke dalam tubuh, menjadi beban berat bagi tubuh, lama kelamaan menjadi “sehat bermasalah” dan pada akhirnya menjadi sakit. Ada beberapa cirri sehat bermasalah, yaitu :
§ Rambut rontok
§ Sering kencing
§ Penurunan fungsi & gairah seks
§ Sering lupa
§ Perut buncit
§ Obesitas
§ Sulit konsentrasi
§ Susah tidur
§ Sering gugup
§ Stress
§ Mudah lelah
§ Dan lain – lain
UNTUK ITU, PELIHARA KESEHATAN ANDA SEBELUM TERJADI SAKIT.
Tag :
KESEHATAN,
Tugas I Sintaksis
By : MUHAMMAD ILMANTUGAS INDIVIDU I
SINTAKSIS
BAHASA INDONESIA
LOGO UNHAS
MUH. ILMAN AMIRUDDIN
F111 10 266
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012
Sintaksis ialah cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase. Berbeda dengan morfologi yang membicarakan seluk beluk kata dan morfem (Ramlan). Dalam buku yang berjudul Contemporary Linguistics, O’Grady (1996:181) menyatakan bahwa “Syntax is the system of rules and categories that underlies sentence formation in human language.” yang berarti bahwa sintaksis adalah ilmu yang mempelajari tentang sistem aturan serta kategori yang mendasari pembentukan kalimat dalam bahasa manusia. Hal ini didukung oleh Huddleston (1985:1) yang berpendapat bahwa “Syntax is concerned with the way words combine to form sentences.” yang berarti bahwa sintaksis adalah ilmu yang mempelajari bagaimana kata-kata bergabung membentuk kalimat. Secara lebih sederhana, dapat disimpulkan bahwa sintaksis adalah suatu ilmu yang mempelajari pembentukan kalimat dari penggabungan kata-kata.
Frasa adalah satuan konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan (Keraf, 1984:138). Frasa juga didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 1991:222). Menurut Prof. M. Ramlan, frasa adalah satuan gramatik yang terdiri atas satu kata atau lebih dan tidak melampaui batas fungsi atau jabatan (Ramlan, 2001:139). Dapat disimpulkan bahwa sebanyak apapun kata tersebut asal tidak melebihi jabatannya sebagai Subjek, predikat, objek, pelengkap, atau pun keterangan, maka masih bisa disebut frasa.
A. Jenis-jenis Frase
1. Jenis frase berdasarkan kategorinya, yaitu :
a. Frase nominal merupakan frase yang memiliki distribusi yang sama dengan kata nominal.
Contohnya :
- Baju baru
- Rumah sakit
- Gedung sekolah
b. Frase Verbal merupakan frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal.
Contohnya :
- Akan berlayar
c. Frase bilangan merupakan frase yang mempunyai distribusi yang samaq dengan kata bilangan
Contohnya :
- Dua ekor
- Lima botol
- Sepuluh lembar
d. Frase keterangan merupakan frase yang memiliki distribusi yang sama dengan kata keterangan.
Contohnya :
- Tadi pagi
- Besok sore
e. Frase depan merupakan frase yang terdiri atas kata depan sebagai penanda, diikuti oleh kata / frase aksinya.
Contohnya :
- Di halaman sekolah
- Dari desa
2. Jenis Frase berdasarkan ada tidaknya induk, yaitu :
a. Frase Endosentrik
Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:
1) Frase endosentrik yang koordinatif, yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara, ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung.
Contohnya :
o kakek-nenek
o laki bini
2) Frase endosentrik yang atributif, yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan.
Contohnya :
o perjalanan panjang
o hari libur
3) Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan.
Contohnya :
o Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai.
b. Frase Eksosentrik
Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya, artinya salah satu komponennya dapat menggantikan kedudukan keseluruhannya.
Contohnya :
- Di perpustakaan
- Ke sekolah
B. Jenis-jenis Kata
Dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia, kelas kata terbagi menjadi tujuh kategori, yaitu:
1. Nomina (kata benda) merupakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan,
Contohnya :
- Buku
- Kuda
- Sepatu
2. Verba (kata kerja) merupakan kata yang menyatakan suatu tindakan atau pengertian dinamis,
Contohnya :
- Lari.
- Tendang
- Duduk
Verba dibedakan atas tiga yaitu :
a. Verba transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek dalam kalimatnya (membunuh),
b. Verba kerja intransitif merupakan kata kerja yang tidak menggunakan objek (meninggal),
c. Pelengkap (berumah)
3. Adjektiva (kata sifat) merupakan kata yang menjelaskan kata benda, misalnya keras, cepat.
4. Adverbia (kata keterangan) merupakan kata yang memberikan keterangan pada kata yang bukan kata benda, misalnya sekarang, agak.
5. Pronomina (kata ganti) merupakan kata pengganti kata benda, misalnya ia, itu.
a. Orang pertama (kami),
b. Orang kedua (engkau),
c. Orang ketiga (mereka),
d. Kata ganti kepunyaan (-nya),
e. Kata ganti penunjuk (ini, itu)
6. Numeralia (kata bilangan) merupakan kata yang menyatakan jumlah benda atau hal atau menunjukkan urutannya dalam suatu deretan,
Contohnya :
- Satu
- Kedua
Kata bilangan biasa diistilahkan dalam dua hal, yakni :
a. Angka kardinal (duabelas),
b. Angka ordinal (keduabelas)
7. Kata tugas adalah jenis kata di luar kata-kata di atas yang berdasarkan peranannya dapat dibagi menjadi lima subkelompok:
a. preposisi (kata depan) (contoh: dari),
b. konjungsi (kata sambung), konjungsi berkoordinasi (dan), konjungsi subordinat (karena),
c. artikula (kata sandang) (contoh: sang, si)
d. interjeksi (kata seru) (contoh: wow, wah), dan
e. partikel.
Bahasa Indonesia
By : MUHAMMAD ILMANBahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.